Menu

Latest Research

Siklus Menstruasi Tak Teratur dan PMS Berat Dialami Pengidap Sulit Tidur

Dalam ajang pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies (APSS) yang diselenggarakan pada tanggal 10 Juni yang lalu, para ahli dari Northwestern University di Chicago, Amerika melakukan presentasi hasil penelitian tentang hubunguan gangguan siklus menstruasi dan PMS berat yang selalu dialami perempuan pengidap gangguan tidur.

Penelitian ini dilakukan terhadap 13 perempuan dengan kebiasaan tidur larut malam dan 13 orang responden yang memiliki pola tidur teratur dan normal. Para responden ini diminta mengisi daftar pertanyaan tentang kesehatan reproduksi mereka, termasuk keteraturan siklus menstruasi dan PMS yang telah dan sedang dialami.

Berdasarkan hasil pengambilan data tersebut diketahui bahwa para responden yang mengidap kesulitan tidur itu mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi, dibandingkan responden yang memiliki pola tidur normal. Sedangkan 69% pengidap gangguan tidur ternyata juga mengalami PMS yang relatif berat, seperti; mood swing, dan keram, dibandingkan responden dengan pola tidur teratur.

"Ini hanyalah data awal, dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan detail, tentang gangguan tidur dan pengaruhnya terhadap siklus menstruasi dan PMS berat yang dialami perempuan," ungkap Kari Sveum yang menuliskan laporan penelitian tersebut.

Kecukupan tidur memiliki peran penting untuk menunjang kesehatan perempuan. Memenuhi kebutuhan tidur berarti mempertahankan kualitas hidup seorang perempuan. Di sisi lain ada hal-hal yang dapat mengganggu kualitias tidur seorang perempuan, antara lain; aktivitas harian yang panjang, sehingga waktu tidur terbatas; depresi, sakit, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Seorang perempuan berusia produktif sangat disarankan untuk memenuhi waktu tidur 7 hingga 8 jam setiap malam, agar tubuhnya sehat.

Agar kecukupan waktu tidur dan kualitas tidur Anda terpenuhi, beberapa tips dari para ahli APPS ini dapat diterapkan:
1.    Pastikan kondisi kamar tidur tenang dan nyaman; tempat tidur bersih, sprai segar, ruangan tidak panas, dan lampu kamar tidak terlalu terang menjelang tidur. 
2.    Naiklah ke tempat tidur hanya jika benar-benar mengantuk.
3.    Upayakan untuk mengatur ritme tidur, bangun pagi dan tidur malam di saat yang sama, sekalipun pada akhir minggu atau saat liburan. Rutinitas akan membuat tubuh terbiasa.
4.    Hindari konsumsi kafein setelah sore hari, setidaknya tidak lebih dari jam 3 sore.
5.    Batasi makanan berlemak pada sore dan malam hari, karena akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat, sehingga tubuh menjadi tidak relaks dan cenderung susah tidur.
6.    Lakukan relaksasi di sore atau malam hari menjelang tidur, seperti mandi air hangat di sore hari, membaca menjelang tidur.
7.    Tambah asupan makanan yang mengandung Vitamin E atau konsumsi suplemen Vitamin E.
8.    Jika perlu menggunakan obat tidur, sebaiknya dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

Setiap perempuan yang menduga dirinya mengalami gangguan tidur, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli tidur agar dapat segera memperbaiki kondisi ini.

Related Articles