Menu

Latest Research

menstruasi Penurunan Berat Badan Drastis Mengganggu Kesehatan Reproduksi dan Kekuatan Tulang

Penurunan Berat Badan Drastis Mengganggu Kesehatan Reproduksi dan Kekuatan Tulang

Sudah sejak lama ahli kesehatan mengingatkan bahwa pengelolaan berat badan yang seimbang adalah salah satu faktor penting menjaga keteraturan siklus menstruasi, dan kesehatan reproduksi secara umum. Baru-baru ini para peneliti Hebrew SeniorLife Institute for Aging Research, memastikan bahwa kehilangan berat badan secara drastis benar menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan reproduksi, bahkan mengganggu kesehatan tulang. Kondisi terakhir ini lebih dicemaskan karena berarti aktivitas perempuan berusia produktif akan terganggu.

Douglas P. Kiel, MD, MPH, peneliti utama tim tersebut menjelaskan dalam laporan yang ditulisnya pada ScienceDaily, edisi 1 June 2018, bahwa data yang digunakan adalah data pengamatan yang berlangsung selama 40 tahun, yang merupakan bagian dari the Framingham Study. Ditemukan bahwa penurunan berat badan minimal 5%, yang dialami seorang responden perempuan dalam kurun waktu 4-6 tahun menyebabkan tubuh mengalami perubahan metabolisme dan menyebabkan gangguan hormon, yang kemudian memengaruhi sistem reproduksi. Umumnya berupa amenorrhea.

Di sisi lain ditemukan juga risiko patah tulang sebesar 3-4 kali dibandingkan responden yang mengalaminya lebih lama dari kurun waktu itu. Penemuan ini perlu mendapatkan perhatian bahwa proses penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat menyebabkan dampak negatif bagi tubuh perempuan. Sehingga perlu dipertimbangkan penanganan khusus yang menyertai program penurunan berat badan. Para peneliti kemudian menyarankan agar saat menjalani program penurunan berat badan, seorang perempuan memerhatikan keseimbangan asupannya, tidak mengurangi protein yang sangat dibutuhkan oleh sistem reproduksi, dan melakukan latihan beban, agar merangsang tulang mempertahankan kepadatan.

Related Articles