Menu

Reproductive Health

Mencermati Gejala Kanker Serviks

Sampai saat ini, berdasarkan data WHO, kanker serviks adalah pembunuh no.2 setelah kanker payudara, pada perempuan. Namun, tidak seperti kanker payudara, kanker serviks sama sekali tidak menunjukkan adanya gejala awal. Pengidapnya baru menyadari setelah mencapai status lanjut. Atau setelah melakukan papsmear.

Sekalipun demikian, ada sejumlah gejala yang dapat dicermati dan sebaiknya diwaspadai, antara lain:

  1. Cairan vagina sangat banyak. Jika terjadi pertumbuhan sel tak normal di area serviks, maka selaput mukosa di area tersebut memroduksi cairan relatif banyak, sehingga sangat lembap.
  2. Perdarahan dan nyeri vagina. Kanker serviks menyebabkan luka terbuka di permukaan serviks, dan berdarah. Akibatnya sering terjadi perdarahan vagina, disusul rasa nyeri.
  3. Anemia. Perdarahan yang berkelanjutan akibat kanker serviks dapat memicu anemia, karena tubuh mengeluarkan sel darah merah berlebih, sehingga oksigen dalam tubuh menurun, dan sebabkan lemas.
  4. Nyeri pada panggul, kaki dan punggung bawah. Kanker seviks menyebabkan serviks membengkak, sehingga menekan seluruh pembuluh darah di sekitarnya. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah ke bagian bawah tubuh, seperti kaki, panggul, sehingga memicu nyeri, bahkan seringkali pembengkakan sendi.
  5. Gangguan berkemih. Kanker serviks sebabkan penyumbatan ginjal dan menghambat kerja otot-otot yang mendorong urin keluar dari kandung kemih, sehingga memicu kesulitan berkemih.
  6. Urin dan BAB berdarah. Saat serviks membengkak, dapat membentuk perlekatan dengan kandung kemih dan saluran pembuangan, menyebabkan terjadinya luka atau robekan kecil pada jaringan tersebut. Akibatnya urin dan feses sering terlihat berdarah.
  7. Penurunan berat badan. Saat terserang kanker, serviks membengkak dan memenuhi isi rongga perut, membatasi ruang bagi makanan masuk. Sehingga menyebabkan penurunan berat badan yang luar biasa.

Para ahli kesehatan menyarankan, jika mengalami rangkaian gejala ini, sebaiknya segera kita memeriksakan diri ke dokter. Mungkin saja gejala-gejala ini tidak berhubungan dengan kondisi kanker serviks, tetapi setidaknya kita menyikapinya dengan tepat.

Related Articles