Menu

Latest Research

Hormon Seks Bisa Lindungi dari Serangan Flu

Progesterone, salah satu dari hormon seks utama pada perempuan, terkandung dalam sebagian besar alat kontrasepsi hormonal. Para ahli menemukan bahwa hormon tersebut dapat mencegah efek buruk infeksi influenza dan membantu sel paru-paru yang rusak untuk kembali pulih dengan cepat. Hal ini telah dipastikan melalui penelitian laboratorium dengan medium tikus, yang dilakukan para peneliti di Johns Hopkins University, USA.

Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan pada jurnal PLOS Pathogens, edisi akhir tahun 2017. Secara singkat dilaporkan bahwa progesteron memiliki fungsi yang jauh lebih penting di luar sistem dan kesehatan reproduksi perempuan.

Sabra L. Klein, PhD. yang menjadi ketua tim peneliti mengatakan bahwa sekalipun jumlah pengguna alat kontrasepsi yang mengandung progesteron terdata sangat banyak, tetapi hingga saat ini belum ada penelitian yang memastikan dampak positif penggunaan alat kontrasepsi tersebut di luar manfaat pengaturan kehamilan, dan infeksi penyakit menular seksual. "Memahami peran progesteron yang ternyata bisa  memperbaiki sel paru-paru sangat penting bagi kesehatan perempuan," demikian uraiannya dalam laporan penelitian tersebut.

Metode yang dilakukan Sabra dan kelompok penelitinya adalah memasang implan progesteron pada sekelompok tikus, dan membiarkan sekelompok tikus lainnya tanpa implan. Kedua kelompok tikus tersebut kemudian dipapari virus influenza. Seluruh tikus tersebut mengalami flu, tetapi kelompok tikus yang mendapatkan implan progesteron tidak mengalami kerusakan paru-paru berat, bahkan sel paru-paru mereka berhasil memperbaiki diri dengan cepat, dibandingkan kelompok tikus yang tanpa implan.

Para peneliti menemukan bahwa progesteron melindungi perempuan dari dampak flu yang lebih parah dengan cara meningkatkan produksi amphiregulin, sejenis protein yang terdapat di dinding paru-paru. Kondisi yang kemudian diketahui adalah ketika tikus betina (bahkan mungkin juga perempuan) mengalami flu, secara otomatis kadar progesteron di dalam tubuh turun. Perempuan yang mengonsumsi pil kontrasepsi, atau menggunakan suntikan, memiliki kadar hormon progesteron yang lebih stabil, sehingga menutupi kekurangan progesteron yang diproduksi oleh indung telur atau yang turun karena kerja virus selama periode infeksi.

Saat ini para ahli dibawah pimpinan Sabra sedang melanjutkan penelitian tentang cara kerja progesteron meningkatkan kadar amphiregulin di dalam paru-paru, agar dapat membantu perempuan melindungi diri lebih baik terhadap serangan flu.

Related Articles