Menu

Latest Research

menstruasi Anak Perempuan dengan Berat Badan Berlebih Cenderung Alami Puber Lebih Cepat

Anak Perempuan dengan Berat Badan Berlebih Cenderung Alami Puber Lebih Cepat

Mengalami kelebihan berat tubuh pada usia pra-remaja membuat anak perempuan mengalami periode puber lebih cepat. Tidak sekadar menstruasi, melainkan pertumbuhan fisik secara keseluruhan. Hal ini dipastikan para peneliti yang melakukan penelitian laboratorium dengan tikus putih betina. Mereka menemukan bahwa ada sejenis enzim di otak yang menyebabkan tikus betina berkelebihan berat badan mengalami pertumbuhan lebih cepat. Hasil penelitian terbaru ini telah dipublikasikan melalui jurnal Nature Communications, edisi akhir tahun 2018.

Menurut Alejandro Lomniczi, Ph.D., profesor peneliti di OHSU's Oregon National, yang menuliskan laporan penelitian ini, "Mengetahui cara nutrisi dan molekul tertentu berperan memicu pubertas lebih awal, akan membantu dokter mencegah gangguan-gangguan kesehatan pada manusia."

Diketahui selama 150 tahun terakhir, usia rata-rata anak perempuan mulai mengalami puber adalah 12,5 tahun. Jika periode pubertas dimulai lebih cepat, maka anak perempuan biasa saja mengalami masalah kesehatan kelak, antara lain; risiko kanker ovarium, uterin dan payudara, serta berada pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit kardiovaskular dan metabolik.

Dalam penelitian tersebut, para ahli mengamati 3 kategori tikus betina; berkelebihan berat badan, rata-rata dan kurus. Para ahli menemukan bahwa gen pengaktif pubertas yang disebut Kiss1 pada hipotalamus, bagian otak sebelah bawah yang mengatur perkembangan reproduksi;  bekerja secara berbeda di ketiga kategori obyek penelitian tersebut. Alejandro Lomniczi dan tim peneliti mengidentifikasi enzim SIRT1 di hipotalamus yang berperan penting mentransmisikan informasi berat badan ke otak.

Pada tikus yang berkelebihan berat badan, ditemukan hanya sedikit SIRT1 dalam hipotalamus, memungkinkan gen Kiss1 segera dapat dikenali, dan akhirnya menyebabkan tikus mengalami pubertas lebih awal. Sebaliknya pada tikus kurus, SIRT1 lebih banyak ditemukan sehingga memubutuhkan waktu lebih lama untuk mengaktivasi gen Kiss1, yang berarti menunda pubertas pada tikus tersebut.

Related Articles