Menu

Latest Research

menstruasi Infeksi HPV Berlanjut Menjadi Kanker Serviks Karena Bantuan Mikroba

Infeksi HPV Berlanjut Menjadi Kanker Serviks Karena Bantuan Mikroba

Selama ini para ahli kesehatan meyakini bahwa infeksi HPV (Human Papilomavirus) adalah pemicu 99% kasus kanker serviks. Namun hasil penelitian terbaru memastikan bahwa mikroba yang ada di area serviks memiliki peran penting menyebabkan infeksi HPV berubah menjadi kanker.

Dalam sebuah laporan penelitian yang diterbitkan pertengahan Maret 2019 di mBio.asm.org, jurnal online bidang mikrobiologi, dikabarkan bahwa para peneliti dari the University of Nebraska-Lincoln, USA berusaha mengidentifikasi bakteri yang dapat mengubah jaringan serviks yang terinfeksi HPV menjadi kanker. Para peneliti diketahui menemukan lebih banyak mikroba pada jaringan yang positif kanker, dibandingkan jaringan serviks yang sehat. Mikroba yang ditemukan berhubungan dengan jaringan kanker serviks adalah Mycoplasmatales, Pseudomonadales, dan Staphylococcus.

Dikutip dari laporan tersebut, Peter C. Angeletti seorang ahli di bidang virologi yang memimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa bakteri mycoplasma adalah yang paling aktif berperan mengubah jaringan yang telah terinfeksi menjadi kanker.

Kesimpulan ini dihasilkan oleh para peneliti setelah mengamati sampel jaringan serviks dari 144 perempuan Tanzania. Sample dari negara itu diambil karena Tanzania dikenal sebagai negara dengan tingkat kematian akibat kanker serviks tertinggi di dunia.

Dari sample itu kemudian teridentifikasi adanya mikroba, dan jenis mycoplasmatales adalah jenis yang diketahui terdapat pada jaringan serviks dengan tingkat infeksi paling parah. Menurut Peter Angeletti, bakteri dapat mempromosikan infeksi HPV secara langsung atau tidak langsung - dengan menyebabkan peradangan kronis, yang meningkatkan kerusakan akibat infeksi HPV.

Kanker serviks adalah kanker paling umum yang disebabkan oleh HPV, tetapi infeksi ini diketahui dapat juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker mulut, anal, penis, dan kanker lain. "Hal ini disebabkan karena HPV bekerja pada jaringan mukosa (lendir)," kata Angeletti. Pada lokasi yang sama, katanya, mikroba dapat mendorong infeksi tersebut menjadi kanker.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa salah satu cara menangani kanker serviks adalah dengan mengendalikan mikroba yang ada di area serviks agar tidak berkembang lebih banyak, sehingga bisa menekan risiko meningkatnya infeksi HPV menjadi kanker.

Related Articles