Menu

Latest Research

menstruasi Riwayat Gangguan Reproduksi dan Kehamilan Berhubungan dengan Dimentia

Riwayat Gangguan Reproduksi dan Kehamilan Berhubungan dengan Dimensia

Para ahli kesehatan menemukan data bahwa jumlah pengidap dimentia, penurunan daya pikir dan daya ingat seseorang berusia lanjut, lebih banyak dialami perempuan dibandingkan lelaki. Berdasarkan data yang dijabarkan oleh Maria Carrillo, PhD, Ketua Alzheimer Association pada AAIC (Alzheimer's Association International Congress) 2018 yang diselenggarakan di Chicago pada awal Oktober lalu, disebutkan di Amerika saja terdapat 5,5 juta manula pengidap dimensia dan alzheimer, dengan rinican data: 3,4 juta perempuan dan 2 juta lelaki.

Perbedaan yang besar ini menyebabkan para peneliti ingin memastikan apakah faktor jenis kelamin berperan dalam penurunan daya pikir dan kemampuan mengingat seiring pertambahan usia? Hasil penelitian yang dipresentasikan kemudian menjelaskan bahwa ada beberapa faktor biologis yang memicunya, antara lain:

Perempuan rata-rata hidup lebih lama dibandingkan lelaki, sehingga jumlah usia lanjut yang rata-rata mengalami penurunan daya pikir dan daya ingat diketahui lebih besar perempuan. Selain itu, menurut Paola Gilsanz, ScD, peneliti dari Kaiser Permanente Northern California  dan Rachel Whitmer PhD, seorang profesor dari University of California, frekuensi melahirkan, keguguran, usia menarche, dan menopause yang dialami seorang perempuan adalah faktor-faktor penting yang memengaruhi kondisi penurunan daya ingat dan daya pikir pada perempuan di usia lanjut. Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan pengamatan terhadap data 14.595 responden perempuan berusia antara 40-55 selama hampir 11 tahun, sejak 1964 - 1973.

"Pemicu penurunan daya pikir dan daya ingat akibat faktor reproduksi ini belum diketahui secara pasti, tetapi sangat mungkin berhubungan dengan hormon-hormon reproduksi yang berperan penting," tulis Paola Gilsanz dalam laporannya.

Kedua peneliti itu menemukan bahwa perempuan yang memiliki anak 3 atau lebih menghadapi risiko penurunan daya pikir dan daya ingat 12% lebih rendah dibandingkan perempuan yang memiliki hanya 1 anak. Sebaliknya diketahui setiap 1 kali mengalami keguguran, seorang perempuan mengalami peningkatan 9% risiko gangguan daya pikir dan daya ingat, dibandingkan perempuan yang tidak pernah mengalami keguguran. Sementara perempuan yang mengalami menarche pada usia 16 tahun atau lebih mengalami risiko 31% lebih besar alami gangguan ini, dibandingkan yang mengalami menarche pada usia rata-rata 13 tahun; dan perempuan  yang mengalami menstruasi dini, pada usia 45 tahun atau lebih muda memiliki risiko 28% lebih tinggi alami gangguan daya ingat dan daya pikir, dibandingkan perempuan yang mengalami menopause pada usia rata-rata, yaitu 47 tahun.

Penemuan terbaru ini dianggap sebagai awal yang cukup baik untuk mendorong para peneliti memastikan hubungan mekanis antara fase reproduksi yang dialami perempuan sepanjang hidupnya, dan kesehatan otak, sehingga dapat membantu perempuan menjalani kehidupan yang lebih berkualitas.

Related Articles