Aman dari Sexual Abuse

 

Mau itu di rumah, di sekolah ataupun dimana saja, sexual abuse (pelecehan seksual) adalah ancaman yang kudu kita waspadai setiap saat. Dan tahu nggak, kebanyakan kasus sexual abuse itu justru dilakukan sama orang-orang yang sudah kita kenal dekat lho! Makanya, supaya terhindar, mending lindungi diri kamu sejak sekarang dengan mengenal seluk-beluknya.

 

Apa yang tergolong sexual abuse?
Banyak yang mengira kalau kasus sexual abuse itu adalah tindakan yang mengarah pada pemerkosaan. Padahal, tindakan lain yang lebih ’sederhana’ juga sudah bisa dibilang pelecehan seksual lho. Misalnya, siulan nakal, kedipan mata, komentar bernada seks, humor porno, colekan, cubitan, ajakan kencan dengan ancaman, dan lain-lain.


 Pokoknya nih, yang dimaksud dengan sexual abuse itu adalah segala bentuk tindakan berbau seksual yang dilakukan secara sepihak terhadap diri kita dan bikin kita ngerasa nggak nyaman, malu, marah, tersinggung, dan sebagainya. Dan jangan salah lho, pelaku sexual abuse itu bukan cuma orang dewasa yang sudah ngerti soal seks, tapi juga remaja seumuran kita.

 

Biar nggak jadi korban sexual abuse, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:


- Jangan tergiur iming-iming. Pelaku kriminal punya cara untuk menjerat calon korbannya. Bisa dengan ngasih hadiah sampai ngajak jalan-jalan. Biasanya orang akan ngerasa ’berhutang’ kan setelah dikasih hadiah? jadi lebih mentolerir tindakan apa pun yang dilakukan terhadapnya...

 

- Curiga? Sah-sah aja! Meski orangnya sudah kita kenal, jangan gampang nurut diajak pergi berduaan. Apalagi kalau kita diajak pergi ke tempat-tempat yang jauh dan sepi. Kalaupun mau, pilih tempat ramai seperti mall supaya gampang cari pertolongan.

 

- Awas, sentuhan menjurus. Dengan alasan sayang, kadang-kadang pacar atau orang dewasa sengaja menyentuh anggota tubuh kita. Mulai dari tangan, bahu, sampai ke bagian-bagian yang lebih pribadi. Kalau sudah begitu, segera jauhkan diri kamu dari orang tersebut.

 

- Bersikap tegas. Biar orang lain nggak sembarangan sama kita, kita mesti punya sikap tegas. Jangan biarkan ada orang yang mencolek atau mengomentari fisik kita dengan dalih bercanda. Tunjukkan bahwa untuk urusan yang satu ini, mereka nggak boleh main-main.

 

- Jangan ge-er. Semua perempuan pasti senang kalau dibilang cantik. Tapi hati-hati, jangan sampai kamu keterusan jadi ge-er sehingga membiarkan cowok-cowok menggoda dan menyentuh kamu sembarangan.

 

- Jaga penampilan.  Meski sumber masalahnya ada di otak pelaku, tapi kita juga mesti usaha 'mencegahnya'dengan memakai baju yang nggak terlalu seksi. Selain terhindar dari bahaya, pakai baju yang sopan akan bikin kita yang aktif ini lebih nyaman bergerak.

 

Lantas apa yang harus kita lakukan kalau merasa sudah menjadi korban pelecehan seksual?


- Cari bantuan. Kalau pelakunya adalah teman di sekolah atau salah seorang guru, sebaiknya carilah bantuan dengan cara mengadu kepada guru BP. Lebih baik lagi kalau ada salah seorang teman yang mau bersaksi untuk menguatkan perkataan kita.


- Minta dukungan keluarga. Biasakan bercerita tentang apa saja yang kita alami kepada orangtua, tante, kakak, atau siapa pun anggota keluarga yang kita percayai. Dengan begitu, mereka bisa memberi dukungan dan membantu kita supaya terhindar dari masalah.


- Periksa ke dokter. Kalau sexual abuse yang diterima sudah mencapai tahap berat, jangan tunggu lagi! cepetan periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi adanya penyakit atau kerusakan pada tubuh kita.