Olahraga Membuat Perempuan Corgasm
- Share Facebook
- Share twitter
- Printer-friendly version
- Send by email
Olahraga Membuat Perempuan Coregasm
Sebenarnya hal ini bukanlah hal baru. Sudah beberapa tahun terakhir ini, beredar artikel di media online yang membahas tentang kemungkinan seorang perempuan mengalami kenikmatan seksual (orgasme) tanpa melakukan aktivitas seksual, bahkan berfantasi. Istilah yang digunakan adalah coregasm. Hal ini disebabkan karena orgasme yang dialami perempuan ini, diketahui berhubungan dengan latihan otot perut (core abdominal).
Namun, baru pada bulan Mei 2012 lalu jurnal Sexual and Relationship Therapy merilis sebuah artikel yang ditulis oleh Debby Herbenick, salah seorang direktur di The Center for Sexual Health Promotion di IU’s School of Health dan seorang rekannya J Dennis Fortenberry M; tentang hal tersebut.
Artikel yang dibuat berdasarkan hasil penelitian tersebut menjabarkan bahwa: Pada perempuan, orgasme sebenarnya tidak membutuhkan hubungan seksual, karena ada proses di dalam tubuh perempuan yang menciptakan orgasme. “Olahraga yang sangat berhubungan dengan orgasme adalah olahraga yang melatih otot perut, seperti; memanjat tali, bersepeda, atau angkat berat,” tulis Debby.
Penelitian tersebut dilakukan dengan metode on line survey terhadap sekelompok perempuan yang dilaporkan mengalami coregams tersebut. 124 orang responden menyatakan dirinya mengalami coregasm saat sedang berolahraga melatih otot perut, dan 246 responden lain menyatakan mengalami coregasm tanpa hubungan seksual atau pun olahraga. Rentang usia responden sangatlah lebar, antar 18-63 tahun, sebagian besar terikat dalam pernikahan dan memiliki pasangan dan mereka teridentifikasi heteroseksual.
Selanjutnya dari survey tersebut didapatkan beberapa data menarik bahwa:
- Sebagian besar perempuan yang mengalami orgasme saat berolahraga mengalaminya secara sadar di tengah keramaian, dan 20% lebih dilaporkan tidak bisa mengendalikan kondisi tersebut.
- Diketahui ada beragam aktivitas olahraga yang bisa memicu coregasm, antara lain; 51.4% responden mengalaminya setelah melatih otot perut setelah 90 hari berturut-turut; 26.5% latihan beban; 20% yoga; 15.8% bersepeda; 13.2% berlari; 9.6% berjalan atau mendaki.
Debby menuliskan bahwa mereka belum mengetahui secara pasti factor pemicu coregasm.Saat ini sedang dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui hal tersebut. Menurut Debby, hasil penelitian ini sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan seksual perempuan kelak.
- Share Facebook
- Share twitter
- Printer-friendly version
- Send by email





© 2013 PT KAO Indonesia. All Right Reserved