Latest Research: Kadar Hormon Memberitakan Akhir Masa Produktif
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli kebidanan dari University Medical Center Utrecht, Belanda, menemukan bahwa kadar AMH (Anti-Müllerian hormone) dalam darah dapat memrediksi akhir masa produktif setiap perempuan. Kondisi ini tentu saja akan lebih memudahkan perempuan untuk merencanakan keluarga, sebagaimana dikutip dari The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism yang memublikasikan hasil penelitian itu pada pertengahan tahun 2011.
Saat ini, secara medis diperkirakan rata-rata perempuan memasuki akhir masa produktifnya antara usia 40 hingga 60, tetapi kini melalui pemeriksaan darah, dapat dipastikan usia yang tepat.
Prediksi kesuburan
Penelitian tersebut melibatkan 257 responden perempuan yang sehat, dan dimonitor selama 11 tahun. Para peneliti di Belanda menghubungkan kadar AMH dengan usia ketika seorang perempuan diperkirakan tidak lagi menghasilkan sel telur, atau usia menopause.
AMH adalah sejenis hormon yang diproduksi oleh folikel telur dalam ovarium (indung telur) untuk mematangkan sel telur dan dikeluarkan menuju saluran telur (tuba falopii). Kadar AMH di dalam darah dapat menjadi indikator fungsi ovarium seorang perempuan. Ditemukan bahwa semakin sedikit kadar AMH, semakin muda usia seorang perempuan mengalami akhir usia produktif.
Sebagai contoh, prediksi usia rata-rata perempuan mengalami menopause dengan kadar AMH mendekati 0,15 ng/ml di usia 30 tahun adalah 48,8 tahun. Sedangkan prediksi usia rata-rata perempuan mengalami menopause dengan kadar AMH nyaris 4,38 ng/ml di usia 30 tahun adalah 55,3 tahun.
Menunda kehamilan
Tim peneliti ini diketuai oleh dua orang ahli kebidanan, yaitu: Prof. Frank Broekmans dan Prof. Bart Fauser. “Umumnya perempuan saat ini menunda kehamilan hingga mereka mencapai kondisi ekonomi yang lebih stabil. Tetapi pada usia mereka stabil secara ekonomi, umumnya mereka sudah tidak mudah lagi hamil. Akan sangat baik jika sebelumnya perempuan tahu pada usia berapa ia tidak bisa lagi hamil, sehingga ia bisa merencanakan segalanya secara baik,” kata Prof Frank.
Informasi tentang akhir periode produktif ini akan dapat membuat perempuan melakukan langkah taktis untuk membekukan sel telurnya, hingga mereka merasa telah mapan untuk hamil. University Medical Canter Utretch, di Belanda, saat ini juga menawarkan jasa pembekuan sel telur dan menyimpannya di Bank Sel Telur Manusia.



