Pertumbuhan Janin Terhambat Karena Konsumsi Kafein
- Share Facebook
- Share twitter
- Printer-friendly version
- Send by email
Pertumbuhan Janin Terhambat Karena Konsumsi Kafein
Peneliti dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda telah memastikan bahwa ibu yang mengonsumsi lebih dari 6 cangkir kopi sehari, cenderung melahirkan bayi yang pendek. Kesimpulan tersebut didapat setelah mengamati kurang lebih 7.300an ibu hamil. Pemantauan terhadap ibu hamil itu dilakukan sejak awal kehamilan. Data awal lain yang diketahui bahwa 2 – 3% mengonsumsi rata-rata 6 cangkir kopi per hari selama kehamilan.
Rachel Bakker yang mengepalai tim peneliti tersebut, mengatakan pada Reuters Health bahwa konsumsi kafein sepertinya memengaruhi pertambahan panjang bay sejak awal pertumbuhan janin. “Ibu hamil yang mengonsumsi banyak kafein juga diketahui mengalami peningkatan risiko melahirkan bayi yang lebih kecil dibandingkan kondisi normal. Lebih kecil dibandingan bayi dengan jenis kelamin yang sama” katanya. Dari hasil pengamatan tersebut didapatkan fakta bahwa dari 104 bayi yang dilahirkan oleh ibu hamil pengonsumsi kafein tingkat tinggi, 7 di antaranya memang lebih kecil. Sebuah angka yang sebenarnya tidak terlalu signifikan perpandingannya.
Fakta ini sebenarnya telah ditulis dalam sebuah artikel yang dilansir oleh American Journal of Clinical Nutrition dan “menyulut” pertentangan di antara para peneliti tentang topik konsumsi kafein ibu selama hamil. Hal ini disebabkan karena sejak lama telah diyakini bahwa kafein mengganggu pertumbuhan janin.
Fakta ini juga “mengganggu” keyakinan para peneliti tentang teori kafein memicu terjadinya keguguran. Untuk memastikan kondisi ini, Rachel dan teman-teman penelitinya menggunakan scanner ultrasonografi untuk memantau pertumbuhan janin selama masa kehamilan pada 7.346 ibu hamil. Pada setiap trimester, para peneliti mencatat kebiasaan konsumsi kopi dan teh. Diketahui bahwa umumnya ibu hamil mengonsumsi kurang dari sekitar 4 cangkir teh atau kopi per hari selama masa kehamilan, hanya 2 – 3% yang mengonsumsi 6 hingga lebih cangkir kopi.
Secara keseluruhan, bayi dari ibu pengonsumsi kafein cenderung tidak terlalu panjang, dibandingkan pertumbuhan rata-rata bayi, saat pertumbuhan di trimester terakhir, berdasarlkan pemeriksaan ultrasonografi. Rachel Bakker mengatakan bahwa hal ini membuktikan ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 6 cangkir kopi per hari. Tetapi fakta juga tidak menyatakan bahwa kopi yang lebih sedikit aman dikonsumsi selama hamil.
“Kami hanya meneliti dampak kafein pada partumbuhan janin,” kata Rachel Bakker. “Penelitian lanjutan tentang dampak lain kafein yang dikomsumsi ibu hamil masih diperlukan.”
- Share Facebook
- Share twitter
- Printer-friendly version
- Send by email





© 2013 PT KAO Indonesia. All Right Reserved