Menu

Latest Research

Kedelai VS Sperma

Perempuan yang sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk tidak mengonsumsi produk kedelai pada waktu tertentu di sepanjang siklus menstruasi, karena bisa membunuh sperma. Ini adalah hasil penelitian para ahli dari King's College di London, yang dipimpin oleh Profesor Lynn Fraser.

Dalam penelitian itu ditemukan bahwa kedelai mengandung senyawa genistein, yang bahkan sangat sedikit sekalipun, dapat menyebabkan sperma kehilangan kemampuan membuahi sel telur. Genistein yang berasal dari kedelai akan "membakar" sperma ketika memasuki saluran reproduksi perempuan. 

Padahal kedelai dan makanan olahannya yang mengandung nutrisi, relatif luas dikonsumsi oleh perempuan. Susu kedelai dikonsumsi sebagai pengganti susu, dan menjadi bahan pembuat berbagai jenis makanan, seperti; makanan siap saji, sup ayam dan cokelat.

Profesor Fraser dan tim peneliti memastikan bahwa genistein memicu gerakan berenang sperma sehingga lebih cepat mencapai saluran telur atau tuba fallopi. Namun, dampaknya berlebihan. Waktu tempuh normal sperma berenang dari saluran vagina ke saluran telur sewajarnya adalah 24 jam. Namun dalam penelitian terbukti bahwa setelah diberi genistein, sperma bergerak dan berenang sangat cepat, sehingga bisa mencapai tuba fallopi dalam waktu 1 jam saja. Tetapi ketika sampai di sana, sperma "terbakar" sehingga tidak mampu lagi membuahi sel telur.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Profesor Fraser merekomendasikan agar  perempuan sebaiknya tidak mengonsumsi kedelai 4 hari menjelang ovulasi, saat optimal terjadinya pembuahan di sepanjang siklus reproduksi.

Related Articles